kembali rebah di peraduan,
kembali bersiap menyongsong malam yang pekat,
sepekat hatiku,
sepekat kepedihanku....
kepedihan yang masih melekat dalam hati,
tak hilang bersama malam yang berlalu,
tak pudar oleh panas mentari,
tak lekang karena jaman....
detik berlalu,
jam berganti,
hari berlari,
tahun-tahun semakin bertambah...
kekasihku,
aku tidak menginginkan terlalu banyak…
aku hanya ingin kembali tidur,
meletakkan kepalaku di hangat pangkuanmu
meletakkan penatku di dadamu
meletakkan damai...
aku hanya ingin menyelipkan tanganku,
bergantung dengan aman di kokoh lenganmu
merasakan detak jantungmu
yang menjadi penentram hatiku...
aku hanya ingin merasakan lagi ciuman lembutmu di dahiku,
merasakan usapan dagumu,
terasa kasar, terasa begitu lelaki,
terasa bahwa engkau selalu menjagaku…..
atau kembali melalui pohon-pohon jati yang meranggas, bersamamu…
atau berada di hangat pelukmu,
ketika matahari sore di cakrawala menyatukan langit dan bumi dalam satu bidang,
ketika burung camar menerbangkan angan kita yang mengembara...
atau sekedar duduk diam,
tenggelam dalam telaga kasihmu,
menikmati indah rupamu,
mendengar cerita tentang dunia seputarmu…
hei, lihatlah matahari di atasmu,
di manapun kamu berada saat ini...
ingatkah kau pada matahari itu?
saat kita saling menggenggam,
saat kita saling tersenyum,
saat kita saling menautkan hati,
saat kita saling mengucap kata cinta.....
baiklah…
mungkin aku tidak bisa mendapatkan semuanya kembali sekaligus…
aku akan memilih satu titik saja,
saat-saat bersamamu yang mendamaikan jiwa,
saat-saat indah yang menaburkan banyak warna dalam hidupku,
saat-saat berkesan yang menebarkan kebahagiaan......
lalu akan kumohon kepada sang waktu,
agar aku boleh membeku,
di titik itu,
agar aku bisa merasakan bahagia bersamamu
melewati seluruh satuan keabadian,
walau hanya di satu titik…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar