aku berkaca pada bening matamu.
astaga, wajahku berlumur ludah waktu
ada bercak darah di situ, semacam TBC
apapun namanya.
warna-warna bunga di atas kuburan: membayang dalam ingatan.
lalu bau-bauan, dan kain kafan.
sedang di atas ranjang tubuhmu yang telanjang
adalah kapal api yang siap angkat sauh, berguncang
oleh gelombang hasrat menuju alam penuh gairah.
"cahaya, cahaya! kupas kegelapan dadaku yang kelam!"
(jari-jari tanganmu, menekan pundakku, dan aku meledak dalam kesepianku yang purba)
gelembung gelembung harap membungbung ke langit jauh
"cahaya, cahaya..."
by: SONI FARID MAULANA
1 komentar:
SIP
Posting Komentar