jangan asal copas semua isi yang ada pada blogger ini, walaupun menurut saya baik, belum tentu menurut anda juga baik kan(y)

Laman

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Agustus 2010

persahabatan,

Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. Aku melihat keluar. Ivan temanku  sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket.“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” ajaknya padaku. “Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk. “Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal.“Sebentar aku cuci muka dulu. Tunggu ya!”, “Iya tapi cepat ya” pintanya.Setelah aku cuci muka, kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku.“Wah dingin ya.” kataku pada temanku. “Cuma begini aja dingin payah kamu.” jawabnya.Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai. “Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai.” ajakku padanya. “Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”, “Kita ikut main saja dengan orang-orang disini.” paksanya. “Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” jawabku malas. “Terserah kamu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket.“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku. Aku langsung mencari siapa yang memanggilku. Tiba-tiba seorang gadis menghampiriku dengan tersenyum manis. Sepertinya aku mengenalnya. Setelah dia mendekat aku baru ingat. “Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan. Bella adalah teman satu SD denganku dulu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu. Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana. “Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku. “Bella kan?” tanyaku padanya. “Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Ivan. “Van! Sini” panggilku pada Ivan yang sedang asyik bermain basket. “Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas. “Ada yang dateng” jawabku. “Siapa?”tanyanya lagi, “Bella!” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik. “Siapa? Nggak kedengeran!”. “Sini dulu aja pasti kamu seneng!”. Akhirnya Ivan pun datang menghampiri aku dan Bella.Dengan heran ia melihat kearah kami. Ketika ia sampai dia heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya. “Bela?” tanyanya sedikit kaget melihat Bella yang sedikit berubah. “Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Ivan pada Bela. “Ye GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” jawabku sambil menatap wajah Bela yang sudah berbeda dari 3 tahun lalu. “Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.” jawabnya. “Yah nggak kangen dong sama kita.” tanya Ivan sedikit lemas. “Ya kangen dong kalian kan sahabat ku.” jawabnya dengan senyumnya yang manis.Akhinya Bella mengajak kami kerumah neneknya. Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Bela. Ketika kami sampai di rumah Bela ada seorang anak laki-laki yang kira-kira masih berumur 4 tahun. “Bell, ini siapa?” tanyaku kepadanya. “Kamu lupa ya ini kan Dafa! Adikku.” jawabnya. “Oh iya aku lupa! Sekarang udah besar ya.”. “Dasar pikun!” ejek Ivan padaku. “Emangnya kamu inget tadi?” tanyaku pada Ivan. “Nggak sih!”  jawabnya malu. “Ye sama aja!”. “Biarin aja!”. “Udah-udah jangan pada ribut terus.” Bella keluar dari rumah membawa minuman. “Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?”  tanyanya pada kami berdua. “Kalau aku jelas mau dong! Kalau Ivan tau!” jawabku tanpa pikir panjang. “Ye kalau buat Bella aja langsung mau, tapi kalau aku yang ajak susah banget.” ejek Ivan padaku. “Maaf banget Bell, aku nggak bisa aku ada latihan nge-band.”  jawabnya kepada Bella. “Oh gitu ya! Ya udah no nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Bella padaku. “Ok deh!” jawabku cepat.Saat yang aku tunggu udah dateng, setelah dandan biar bikin Bella terkesan dan pamit keorang tuaku aku langsung berangkat ke rumah nenek Bella. Sampai dirumah Bella aku mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Bella pun keluar dan mempersilahkan aku masuk. “Eh ano sini masuk dulu! Bellanya baru siap-siap.” kata beliau ramah. “Iya tante!” jawabku sambil masuk kedalam rumah. Ibu Bella tante Vivi memang sudah kenal padaku karena aku memang sering main kerumah Bella. “Bella ini Ano udah dateng” panggil tante Vivi kepada Bella. “Iya ma bentar lagi” teriak Bella dari kamarnya. Setelah selesai siap-siap Bella keluar dari kamar, aku terpesona melihatnya. “Udah siap ayo berangkat!” ajaknya padaku.Setelah pamit untuk pergi aku dan Bella pun langsung berangkat. Dari tadi pandanganku tak pernah lepas dari Bella. “Ano kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepadaku. “Eh nggak apa-apa kok!”  jawabku kaget.Kami pun sampai di tempat tujuan. Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Bella. Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Bella kami pun memtuskan untuk langsung pulang kerumah. Sampai dirumah Bella aku disuruh mampir oleh tante Vivi. “Ayo Ano mampir dulu pasti capek kan?” ajak tante Vivi padaku. “Ya tante.” jawabku pada tante Vivi.Setelah waktu kurasa sudah malam aku meminta ijin pulang. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Setelah aku ganti baju aku makan malam. “Kemana aja tadi sama Bella?” tanya ibuku padaku. “Dari jalan-jalan!” jawabku sambil melanjutkan makan. Selesai makan aku langsung menuju kekamar untuk tidur. Tetapi aku terus memikirkan Bella. Kayanya aku suka deh sama Bella. “Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP, aku masih harus belajar.” bisikku dalam hati.Satu minggu berlalu, aku masih tetap kepikiran Bella terus. Akhirnya sore harinya Bella harus kembali ke Bandung lagi. Aku dan Ivan datang kerumah Bella. Akhirnya keluarga Bella siap untuk berangkat. Pada saat itu aku mengatakan kalau aku suka pada Bella.“Bella aku suka kamu! Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kataku gugup.“Maaf ano aku nggak bisa kita masih kecil!” jawabnya padaku. “Kita lebih baik Sahabatan kaya dulu lagi aja!”Aku memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah kalung. Dan akhirnya Bella dan keluarganya berangkat ke Bandung. Walaupun sedikit kecewa aku tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Bella. Aku berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti.

Rabu, 07 April 2010

Cerita ga nyambung,,


Guru : Hari ini kita belajar Antonim, yaitu lawan kata. Contohnya: Kuat lawannya lemah.
Sudah mengerti semua, anak-anak? Ok, sekarang kita praktek, Kalau ibu sebutkan kata
kalian jawab lawan katanya yah..
Murid: Ya buuuu!.
Guru: Siang.
Murid: Malam.
Guru: Panjang
Murid: Pendek
Guru: Gelap
Murid: Terang
Guru: Halus
Murid: Kasar

Selasa, 06 April 2010

HUMOR PALING GOKIL

Suatu hari sepasang ke kasih yang baru saja berjumpa setelah satu tahun tak bertemu karena sang cewe pergi ke Kairo untuk mencari ilmu disana :lol: saat bertemu mereka saling pandang tak bicara karena biasanya mereka berdua hanya bisa ngobrol lewat chating saja, mereka saling malu tanpa pandang, maklum si cewe adalah anak kiai di desanya, selang beberapa lama kemudian si cowo memberanikan diri untuk bertanya
  • si cowo : ehmm…… gimana kabarnya yang……?
  • si cewe : Kabarku alhamdulillah baik juga mas, (sambil merunduk si cewe menjawab) masnya gimana kabarnya?
  • si cowo : aku juga baik kok, gimana study nya di Kairo?
  • si cewe : enak kok mas disana, banyak pengalaman yang baru disana.
Percakapan mereka pun mulai lebih akrab dan lebih banyak bercanda lagi, udah gak begitu canggung lagi,selang beberapa menit setelah itu si cowo mulai menanyakan unek unek nya selama ia di tinggal ke negeri Jerman
  • si cowo : oh ya yang, aku mau tanya nih ke kamu, jawab dengan jujur ya!
  • si cewe : apa itu mas? (dengan penasaran si cewe bertannya)
  • si cowo : kamu disana masih setia kan?, gak selingkuh….?
  • si cewe : ngomong opo seh kamu?
  • si cowo : nggak kok aku cuma tanya aja, tapi kamu jangan marah ya.!
tiba -tiba si cewe menangis histeris, lalu si cowo bingung kenapa ia sampai menangis, kemudian ia bertanya lagi pada si cewe
  • si cowo : kenapa kamu menangis? apa aku salah tanya gitu?
  • si cewe : nggak kok mas kamu gak salah.sudah wajar kalo kamu bilang gitu.
  • si cowo : lalu kenapa kamu nangis?
  • si cewe : aku jujur aja mas sama kamu, aku minta maaf ke kamu mas
  • si cowo : memangnya kenapa kamu minta maaf?
  • si cewe : (sambil termehek mehek) aku…..a….a….aku…..
  • si cowo : aku…aku… kenapa yang?
  • si cewe : aku mita maaf sekali lagi mas, mungkin aku di sana telah mengecewakanmu
  • si cowo : memangnya kenapa yang…?
  • si cewe : aku di sana pernah di cium sama orang Kairo yang study disana.
  • si cowo : apa…..?aku aja pacarmu belom pernah cium kamu kenapa orang lain udah……? (sambil marah) trus kamu diam aja?
  • si cewe : -x@3#%4!@9&
  • si cowo : kenapa gak kamu gampar aja dia?
  • si cewe : di Kairo ada peraturan nya dimana cewe gak boleh gampar cowo
  • si cowo : gak kamu marai dia?
  • si cewe : nggak……!
  • si cowo : kenapa……?
  • si cewe : (sambil menangis lebih keras ia jawab) karena aku…..?
  • si cowo : karena aku apa yang…?
  • si cewe : karena aku lupa apa bahasa arab nya “KURANG AJAR BANGET SIH LOE” (sambil berteriak kencang bangets)
  • si cowo :F% $&%$**)*&%D$#^%^$%%*^??????

Cerita Tentang Dua Ekor Ular

Dua ekor ular sedang merayap menelusuri sawah berdua mencari mangsa. Tiba- tiba ular pertama bertanya :"Kita ini jenis ular yang berbisa nggak sih?", katanya.

"Entahlah, aku tak tahu. Emangnya kenapa?", jawab ular kedua kembali bertanya

"Barusan secara tak sengaja aku menggigit bibirku sendiri..."