jangan asal copas semua isi yang ada pada blogger ini, walaupun menurut saya baik, belum tentu menurut anda juga baik kan(y)

Laman

Sabtu, 18 Desember 2010

BUDAYA POLITIK

PENGRTIAN BUDAYA PULITIK

Istilah politib berasal dari kata polis yang berarti Negara atau kota, sehingga istilah politik menunjukan hubungan kusus antar manusia yang hidup bersama. Dalam hubungan kusus antar manusia itu timbul aturan, kewarganegaraan, kelakuan penjabat, legalitas, & akhirnya kekuasaan.
Budaya politik merupakan system nilai & keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Setiap unsur masyarakat berbeda budaya politiknya, seperti masyarakat umum dengan elitnya.
Kata politik terbagi atas 2 orientasi pokok, sebagai berikut:
- Menunjukan segi kehidupan manusia untuk kekuasaan (power relation), misalnya kejahatan politik, kebebasan politik, kegiatan politik, & hal” politik.
- Tujuan yang hendak di capai (goals), misalnya politik keuangan, politik luar negeri, politik dalam negeri dan politik ekonomi.
Beberapa pengertian Budaya Politik:
- Budaya politik adalah aspek politik dari nilai” yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, takhayul, & mitos.
- Budaya politik dapat di lihat melalui aspek doktrin dan aspek generiknya. Yang pertama (1): menekan pada isi atau materi, seperti sosialisme, demokrasi, atau nasoinalisme. Yang ke dua (2): aspek generic menganalisis bentuk peranan, & ciri” budaya politik, seperti militant, utopis, terbuka, atau tertutup.
- Hukayat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai” & prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan.
- Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma, yaitu sikap terbuka dan tertutup, tingkat militasi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat.
KOMPONEN” BUDAYA POLITIK
Menurut Ranney, budaya politik memiliki komponen utama, yaitu orientasi kognitif (cognitive orientation) & orientasi efektif (affective orientations).
Sedangkan menurut Almond dan Verba, budaya politik mengandung tiga komponen objek politik, yaitu:
- Orientasi kognitif :berupa pengetahuan tentang kepercayaan pada politik, peranan, &segala kewajiban serta input maupun outputnya.
- Orientasi afektif : berupa perasaan terhadap system politik, peranannya, para actor, & penampilannya.
- Orientasi evaluatif : berupa keputusan dan pendapat tentang objek-objek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan criteria informasi dan perasaan.

TIPE BUDAYA POLITIK
BERDASARKAN SIKAP YANG DITUNJUKAN:
- BUDAYA POLITIK MILITAN tidak memandang perbedaan sebagai usaha mencari altrnatif yang terbaik, tetapi melihatnya sebagai usaha jahat dan menentang.
- BUDAYA POLITIK TOLERANSI adalah budaya politik yang pemikirannya berpusat pada masalah atau ide yang harus di nila. Budaya politik ini berusaha mencari consensus yang wajar, yaitu selalu membuka pintu untuk kerja sama.
BERDASARKAN ORIENTASI POLITIKNYA:
- Budaya politik parochial (parochial political culture) : tipe budaya ini menunjukan masih rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakatnya yang di sebabkan oleh factor kognitif, misalnya tingkat pendidikannya yang relative rendah.
- Budaya politik kaula (subject political culture) : tipe budaya ini menunjukan bahwa masyarakat yang bersangkutan sudah relative maju (baik social maupun ekonomi) tetapi masih bersifat pasif.
- Budaya politik partisipan (participant political culture) : tipe budaya politik ini menunjukan kesadaran politik sangat tinggi.

MACAM-MACAM SISTEM POLITIK
Menurut Almond dan Powell membagi tiga kategori system politik, yaitu:
- System” primitive yang intermittent (bekerja dengan sebentar-sebentar istirahat).
- System” tradisional, dengan struktur bersifat pemerintahan politik yang berbeda-beda, dan suatu kebudayaan subjek.
- System” modern, di mana struktur” politik yang berbeda” (partai-partai politik, kelompok-kelompok kepentingan dan media massa) berkembang dan mencerminkan kegiatan budaya politik partisipan.
Alfian mengklasifikasikan system politik menjadi empat tipe, yaitu:
- System politik otoriter/totaliter
- System politik anarki
- System politik demokrasi
- System politik demokrasi dan transisi
Ramlan surbakti mengklasifikasikan system politik dengan empat macam criteria, yaitu:
- System politik otokrasi tradisional
- Sistem politik totaliter
- System politik demokrasi
- System politik Negara berkambang
 ALAT YANG DI JADIKAN PERANTARA DALAM SOSIALISASI POLITIK.
- Keluarga.
Wadah penanaman (sosialisasi) nilai-nilai politik yang paling efektif dan efisien adalah keluarga. Dalam keluarga, orang tua dan anak sering mlakukan orbrolan ringan tentang segalah hal yang menyangkut politik, sehingga tanpa di sadari terjadi transfer pengetahuan dan nilai-nilai politik tertentu yang di serap oleh si anak.
- Sekolah.
Di sekolah melalui pelajaran civics education (pendidikan kewarganegaraan), siswa dan gurunya saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertenti yang mengantung nilai” politik teoritis maupun praktis.
- Partai politik.
Adalah berperan sebagai agen sosialisasi politik, sarana komunikasi politik, sarana rekrutmen politik, sarana penetur konflik.
Tujuan di bentuknya partai politik:
1.mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945 (alinea pertama).
2.mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan pancasila dengan menjungjung tinggi kedaulatan rakyat dalamnegara kesatuan republic Indonesia.

 Tingkat partisipasi politik
- Menduduki jabatan politik atau administratif
- Mencari jabatan politik atau administratif
- Keanggotaan aktif suatu organisasi politik
- Keanggotaan pasif suatu organisasi politik
- Keanggotaan aktif suatu organisasi semu plitik
- Keanggotaan pasif suatu organisasi semu politik
- Partisipasi dalam rapat umum, demonstrasi, dsb
- Partisipasi dalam diskusi politik informal minat umum dalam bidang politik
- Voting (pemberian suara)

PERAN SERTA BUDAYA POLITIK
 PENGERTIAN PARTISIPASI POLITIK
Partisipasi politik adalah kegeiatan seseorang atau sekelompok orang atau ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, seperti memilih pimpinan Negara atau upaya-upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah
 BENTUK-BENTUK PARTISIPASI POLiTiK.
KONVENSIONAL:
- Pemberian suara (voting)
- Diskusi politik
- Kegiatan kampanye
- Membentuk dan bergabung pada kelompok kepentingan
- Komunikasi individual dengan penjabat politik/administrative
NONKONVENSIONAL:
- Pengajuan petisi
- Berdemonstrasi
- Konfrontasi
- Mogok
- Tindak kekerasan politik terhadap harta benda: perusakan, pemboman, pembakaran.
- Tindak kekerasan politik terhadap manusia: penculikan, pembunuhan, perang grilya/ revolusi.
 DEMOKRASI PANCASILA
Demokrasi pancasila termuat dalam sila ke empat pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Pelaksanaan demokrasi pancasila pada hakikatnya adalah sebuat kegiatan kenegaraan bangsa Indonesia. Kegiatan kenegaraan Indonesia di dasarkan pada:
- System hukum dasar
- System undang-undang dasar
- System hukum dasat tidak tertulis
- System garis besar haluan Negara
- System permusyawaratan/perwakilan
 SISTEM POLITIK DI INDONESIA
Bsistem politik di Indonesia mengalami banyak perubahan setelah ada amandemen UUD 1945.
Dalam system politik di Indonesia, terdapat pembagian kekuasaan pemerintahan dalam lembaga-lembaga pemerintahan, yaitu:
- Lembaga eksekutif.
Pemegang kekuasaan eksekutif adalah presiden yang merangkap sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
- Lembaga legislative.
Lembaga lgislatif terdiri atas MPR sebagai lembaga tertinggi Negara dan DPR.
- Lembaga yudikatif
Merupakan lembaga yang melaksanakan kekuasaan kehakiman, dilaksanakan oleh ,Mahkama Agung (MA) dan badan-badan kehakiman lain yang berada di bawahnya.
Adapun lembaga tinggi Negara, yaitu:
- Badan pemeriksa keuangan (BPK)
Fungsi utamanya adalah melakukan pemeriksaan keuangan pemerintah dan melaporkan kepada DPR selaku badan yang menyetujui APBN.
- Badan pertimbangan agung (DPA)
Fungsi utamanya adalah member jawaban atas pertanyaan presiden yang berkaitan dengan penyelenggaraan Negara, termasuk dalam masalah politik, ekonomi, seni budaaya,dan militer.

Tidak ada komentar: